3.1.a.10 AKSI NYATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

Oleh : MONALISA PAKPAHAN

     CGP ANGKATAN 4 

     DELI SERDANG

1. LATARBELAKANG/ SITUASI YANG DIHADAPI

Di sekolah tempat saya bekerja semester 2 tahun ajaran 2021/2022 telah menetapkan pembelajaran hybrid learning, anak-anak masuk sekolah dari jam pelajaran 1-6 dan akan dilanjutkan online dari rumah dari jam pelajaran 7-10. Pelajaran yang saya ampu adalah pelajaran Science dan topik yang saya bawakan saat kejadiaan ini adalah Rokok dan Kesehatan.

Di sekolah saya ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk pemanggilan orangtua atas perilaku anak yang yang melanggar aturan. Jika hanya sekali melanggar maka akan mendapat teguran dan membuat essay, pelanggaran kedua juga demikian sampai pelanggaran ketiga. Setelah pelanggaran ketiga barulah kita memanggil orangtua.

Setiap siswa pada umumnya akan memiliki ketakutan luar biasa ketika orangtuanya dipanggil ke sekolah. Kadang mereka serasa minta ampun kepada guru agar mereka lepas dari jeratan hukuman orangtua (yang saya maksudkan adalah peristiwa yang sering terjadi di sekolah kami).

Saya memiliki dilema etika ketika saya dihadapkan dengan situasi yang terjadi di pelajaran yang saya ampu. Ketika seorang anak melakukan kesalahan yang cukup fatal berikut ceritanya. 


2. PERISTIWA/FACTS

Ketika pelajaran science, dimana topik pembelajaran kami adalah tentang rokok dan Kesehatan. Saya menyuruh anak-anak untuk melakukan interview dengan orang yang merokok atau yang sebelumnya pernah merokok. Mereka boleh interview guru, siswa, staff, kebersihan, security dll, selama mereka masih berada di lingkungan sekolah. Saya bagi anak-anak ini menjadi 5 kelompok. Kemudian saya menasehati mereka untuk selalu prokes dan jangan dorong-dorongan saat turun tangga.

Semua anak-anak melakukan tugas mereka dengan baik, namun ada 2 orang siswa yang sangat lasak dan melanggar aturan, mereka mencari tukang kebun dan meninggalkan kelompoknya dengan menggunakan sepeda, kebetulan sepeda nya ini adalah sepeda listrik sehingga tiba-tiba digas dan karena main-main mereka jatuh dan satu diantaranya luka di dengkul dan satu lagi luka di muka. Mereka panik dan mereka memberitahukannya kepada saya, saya dengan sikap yang tenang mengarahkan mereka ke UKS agar lukanya dibersihkan dan diobati.

Satu diantara mereka sangat takut dengan orangtuanya, karena orangtuanya sangat galak, dan jika orangtuanya mengetahui perihal tersebut bahwa mereka main-main dan bermasalah di sekolah maka anak tersebut  akan kena marah, dan di rumah-pun katanya perlakuan orangtuanya beda kepadanya karena dia tercap bandel.

Anak tersebut minta maaf dan dia meminta saya agar tidak melaporkan perihal tersebut kepada orangtuanya, karena dia takut kena hukuman. Di satu sisi saya kasihan melihat anak tersebut begitu memelas saya agar tidak melaporkan kejadian itu, tapi di sisi lain pun jika saya tidak melaporkan hal itu maka saya berada pada posisi yang salah karena orangtua pasti akan mencari tahu sendiri kenapa anaknya terluka dan pasti akan muncul pertanyaan kenapa sekolah tidak memberitahukan kejadian yang sebenarnya kepada orangtua.

            Setelah mereka siap melakukan wawancara saya menjumpai wali kelas yang bersangkutan dan saya memberitahukan kejadian yang sebenarnya dan wali kelas juga banyak menyampaikan banyak info yang berkaitan dengan tingkah laku dari si anak dan ternyata dia sudah melakukan 3 kali pelanggaran dan yang dilakukan di kelas saya adalah pelanggaran ke 4 dan sesuai peraturan seharusnya Langkah selanjutnya adalah memanggil orangtua yang bersangkutan. Setelah menjumpai wali kelas saya menjumpai kepala sekolah untuk membicarakan kejadian yang terjadi di kelas saya, dan kebetulan saya sudah didahului guru piket untuk memberitahukan kejadian yang terjadi di kelas saya. Sehingga kita focus ke penguatan dan solusi. Kemudian kepala sekolah memberikan wewenang kepada saya untuk menentukan keputusan apa yang akan dilakukan.

       



3.    ALASAN MELAKUKAN AKSI

Saya melakukan aksi nyata ini dengan berpedoman pada mengatasi dilema dan pengambilan keputusan terbaik dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan, yakni:

1.      Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam hal ini.

2.      Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3.      Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4.      Pengujian benar-salah.

5.      Pengujian paradigma benar lawan benar

6.      Melalukan prinsip resolusi.

7.      Investigasi opsi trilemma.

8.      Buat keputusan.

9.      Lihat lagi keputusan dan refleksikan.

Saya melakukan Langkah-langkah ini untuk melakukan aksi nyata, dan mencoba mengalikasikan apa yang telah saya pelajari. 


4. HASIL AKSI NYATA YANG DILAKUKAN

Proses pengambilan keputusan dengan menjawab pertanyaan berikut:

1.        Apa nilai yang bertentangan dalam kasus tersebut?

-          Rasa keadilan lawan rasa kasihan (Justice vs mercy)

2.        Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut?

-          Kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran dan siswa

3.        Apa fakta yang relevan dari situasi tersebut?

-          Proses restitusi sangatlah penting

-          Memberitahukan orangtua tentang yang terjadi dengan si anak dengan tenang.

-          Penjelasan yang baik tentang keyakinan kelas

-          Beberapa siswa sering membuat semua hal baik serius atau tidak sebagai bahan candaan

4.        Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? Uji legal? 

-          Tidak ada yang menyalahi aturan hukum.

5.        Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi/uji regulasi?

Ada, yakni anak sudah melanggar aturan sebanyak 3 kali, untuk pelanggaran ke 4 diberikan kesempatan terakhir.

6.         Berdasarkan perasaan dan intuisi anda apakah ada yang salah dalam situasi ini?

-          Tidak ada.

7.        Apakah yang anda rasakan bila keputusan anda dipublikasikan di halaman depan koran? - Menurut saya tidak masalah.

8.        Kira-kira keputusan apa yang akan diambil oleh panutan/idola anda dalam situasi ini?

-          Menurut saya, panutan saya akan melakukan hal yang sama dengan situasi dan kondisi yang dihadapi si anak.

9.        Jika situasinya adalah dilema etika maka paradigma mana yang akan dipakai?

-          Rasa keadilan lawan rasa kasihan (Justice vs mercy)

10.    Dari 3 prinsip penyelesaian dilemma, prinsip mana yang akan dipakai? Rasa peduli  

11.    Apakah ada penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah? Tidak ada selain tetap melakukan kegiatan tersebut.


Tindak lanjut pengambilan keputusan

Setelah menjumpai kepala sekolah, dengan keputusan tidak memanggil orangtua si anak, akhirnya kepala sekolah juga menyetujuinya namun beliau tetap memastikan bahwa kita harus mengkomunikasikannya dengan sebaik mungkin kepada orangtua siswa. Kemudian saya diskusi dengan wali kelas untuk memberitahukan hasil keputusan yang diambil dan sama-sama setuju untuk menyampaikannya dengan baik kepada orangtua.

 

B. PERASAAN (Feelings)

Perasaan Ketika atau Setelah Menjalankan Aksi Nyata

           Menjalankan aksi nyata pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran saya dituntut untuk mampu mengambil keputusan sesuai dengan keyakinan saya, tidak melanggar kode etik profesi saya, dan tidak melanggar aspek moral, tidak melanggar sopan santun, dan tidak melanggar norma sosial. Saya juga memastikan permasalahan yang sedang saya alami adalah situasi antara benar lawan benar (dilema etika) bukan benar lawan salah (bujukan moral), maka keputusan yang diambil dalam situasi ini adalah rasa keadilan lawan rasa kasihan.

 

 C. Pembelajaran (Findings)

 Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi

 

Pembelajaran yang saya ambil adalah mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan keputusan di sekolah tempat saya mengajar sebagai pemimpin pembelajaran. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, saya harus memastikan bahwa keputusan yang saya ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis.

 

D. Rencana (Future

Rencana Perbaikan Untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang 

        Dalam pengambilan keputusan merupakan keterampilan yang harus diasah agar semakin membaik, semakin sering kita berlatih menggunakannya/menerapakan 9 langkah pengambilan keputusan sebagai panduan konsep pengambilan dan pengujian keputusan  maka akan semakin terampil dalam mengambil suatu keputusan. Hal yang penting dalam pengambilan keputusan adalah sikap yang bertanggung jawab dan mendasarkan keputusan pada nilai-nilai kebajikan universal. 

Comments