3.3.a.10. Aksi Nyata

 

 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 OLEH : MONALISA PAKPAHAN

CGP ANGKATAN 4

DELI SERDANG

 

Perubahan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kita dapat memulainya melalui langkah-langkah kecil yang dapat kita lakukan dalam lingkungan yang secara langsung dapat kita pengaruhi terlebih dahulu. Lewat perubahan-perubahan kecil yang dampak positif akan dapat dirasakan oleh komunitas belajar di sekolah yang nantinya mungkin mampu menginspirasi lingkungan yang lebih luas.

Berikut adalah hasil dari Rancangan aksi nyata yang dilakukan.                 

     1.       Program/Kegiatan yang dilakukan

Kegiatan yang dilakukan adalah program Charity sekolah. Kegiatan awal yang dilakukan adalah survey lokasi.

     2.     Peristiwa atau Fact

Sopo safari atau sering disebut Sopo Nametmet terletak di Suka Mulia, Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Pematang Siantar. Tempat ini tepatnya berada di dekat lingkungan tanah garapan dan pembuangan sampah akhir (TPA) kota Pematang Siantar.

Rumah belajar ini didirikan berdasar pada latarbelakang anak-anak di lingkungan tersebut, mereka pada umumnya adalah anak pemulung dan tinggal di sekitar tempat yang kurang beruntung (Prostitusi), sehingga anak-anak yang masih sekolah banyak yang rusak. Tujuan dari rumah belajar ini adalah untuk mengedukasi anak-anak agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan memahami arti pentingnya pendidikan. Ada juga dari antara mereka yang tidak sekolah.

Kondisi rumah belajar yang cukup sederhana ini memang sangat memprihatinkan. Bangunan ini dibangun 9 tahun yang lalu dengan luas sekitar 12 x 6 meter.

Anak-anak yang belajar disana ada sekitar 45 orang dengan guru pengajar sebanyak 3 orang, tahun lalu guru-guru ini berjumlah 5 orang, tapi dengan banyaknya lokasi yang perlu sekali dibantu maka mereka membuka rumah belajar lagi sehingga guru yang bertahan di Sopo Safari adalah sebanyak 3 orang. Minimnya guru yang mau jadi volunteer menjadi kendala juga bagi mereka, sehingga anak-anak hanya dapat belajar dari Rabu, Jumat dan Sabtu.  Anak-anak ini belajar seadanya, kursi plastic ada sekitar 20 buah, meja belajar ada 2, sehingga sekarang mereka sering belajar tanpa alas, papan tulis ada 2 buah, ada juga perpustakaan mini dengan buku-buku seadanya, dan anak-anak bebas berkunjung setiap hari untuk membaca.

Rumah belajar ini selama liburan tidak beroperasi dan akan aktif kembali 3 Agustus 2019. Rumah belajar ini berniat ingin mengubah system belajar, artinya bukan hanya belajar tentang pelajaran di sekolah lagi tapi ingin mengembangkan kreatifitas anak-anak, membekali anak agar mereka dapat meningkatkan nilai suatu barang (berkaitan dengan poin no 4 di bawah ini), oleh karena itu siapapun yang ingin menyumbangkan ide atau berbagi untuk daur ulang mereka para guru sangat antuasias dan dengan senang hati untuk belajar. Fasilitas yang sangat dibutuhkan adalah :

1.      Perbaikan atap rumah karena sudah rusak sehingga jikalau hujan datang maka mereka tidak bisa belajar

2.      Sarana belajar seperti meja, kursi, papan tulis, spidol, rak buku, penghapus

3.      Alat belajar dan bahan belajar seperti alat tulis, buku tulis dan buku bacaan

4.      Mereka juga memerlukan bahan-bahan bekas untuk didaur ulang misalnya kertas dll

5.      Mereka juga menampung baju-baju bekas layak pakai (bukan prioritas)

Demikianlah hasil survey yang dilakukan.









 3.     Perasaan atau Feelings

Perasaan yang dialami selama menjalankan program ini sedikit memiliki kekhatiran mengingat target/tujuan besar yang akan dicapai tergolong berat. Namun dengan tetap memiliki prinsip dan komitmen untuk kemajuan Bersama dan kontribusi untuk kemanusiaan membuat rasa yang kekhawatiran itu sedikit terabaikan dan muncul sikap optimis.

Perasaan gagal pun muncul saat anak-anak belum terlihat serius dalam menjalankan program. Namun dengan niat dan sikap optimis ini meski belum maksimal maka kegiatan ini harus tetap berjalan dan dijalankan sedaya upaya yang bisa.

     4.     Pembelajaran (Findings)

Pembelajaran yang sangat berharga yang ditemukan adalah niat dan kontribusi positif dari orangtua yang diluar dugaan. Mereka sangat mendukung program dengan tetap mengumpulkan sumbangan yang selalu mengalir terus, sehingga sangat memacu semangat untuk tetap optimis.

Anak-anak yang mau Latihan saat kegiatan ekstrakurikuler juga tak kalah menarik perhatian, dimana meski terlihat kurang serius namun di lokasi tujuan mereka menjalankan peran mereka dengan sangat baik.                          

     5.     Penerapan ke depan (Future)

Kegiatan akan tetap dijalankan ke depan dengan banyak melakukan refleksi, Latihan dan kesungguh-sungguhan.

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog